BLOGGER TEMPLATES AND Friendster Layouts »

Tuesday, 14 October 2014


SERANGAN TERHADAP JARINGAN

Jenis-jenis serangan.

1.  DOS ( Denial of Service )
DOS merupakan serangan yang dilancarkan melalui paket-paket jaringan tertentu, biasanya paket-paket sederhana dengan jumlah yang sangat besar dengan maksud mengacaukan keadaan jaringan target.

2.  IP Spoofing
IP Spoofing juga dikenal sebagai Source Address Spoofing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker, sehingga sasaran menganggap alamat IP attacker adalah alamat IP dari host didalam jaringan bukan dari luar jaringan.

3.  Malware
Malware merupakan serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program-program penghancur, seperti virus, worm dan trojan pada sistem sasarn. Program-program penghancur ini disebut dengan malware. Program-program ini mempunyai kemampuan untuk menghancurkan sistem, pemusnahan  file, pencurian password sampai dngan membuka backdoor.

4.  FTP Attack
Salah satu serangan yang dilakukan terhadap file transfer Protocol adalah serangan buffer overflow yang diakibatkan oleh perintah malformed. Tujuan menyerang FTP server rata-rata untuk mendapatkan command shell atau untuk melakukan Denial of Service. Serangan Denial Of Serviceakhirnya dapat menyebabkan user atau attacker untuk menganbil resource didalam jaringan tanpa adanya autorisasi, sedangkan command shell membuat seorang attacker mendapatkan akses ke sistem server dan file data yang akhirnya seorang attacker membuat anonymous root-acces yang mempunyai hak penuh terhadap sistem bahkan jaringan yang diserang.

5.  Sniffer
Sniffer adalah suatu usaha untuk menangkap setiap data yang lewat dari suatu jariangan, dapat berupa password dan user dari pengguna jaringan.

Serangan Dari Dalam Jaringan :

1.  Password Attack
Password Attack adalah usaha penerobosan suatu sistem jaringan dengan cara memperoleh password dari jaringan tersebut. Password merupakan sesuatu yang umum jika bicara tentang keamanan. Kadang seorang user tidak peduli dengan nomor pin yang mereka miliki, seperti bertransaksi online di warnet, bahkan onlinr dirumahpun sangat berbahaya jika tidak dilengkapi dengan software security seperti SSL dan PGP.

2.  Merusak File Server
Protokol-protokol untuk transportasi data tulang punggung dari internet adalah tingkat TCP (TCP Level) yang mempunyai kemampuan dengan mekanisme untuk baca/tulis antar pada [jaringan dan host. Attacker bisa dengan mudah mendapatkan jejak informasi dari mekanisme ini untuk mendapatkan akses ke direktori file.Tergantung pada OS (Operting System) yang digunakan, attacker bisa meng extrack informasi tentang jaringan, sharingprivileges  nama dan lokasi dari user dan groups, dan spesifikasi dari aplikasi atau banner (nama dan versi software). Sistem yang dikonfigurasi atau diamankan secara minimal akan dengan mudah membeberkan informasi ini bahkan melalui firewell sekalipun. Pada sistem UNIX, informasi ini dibawa oleh NFS (Jaringan File System) di port 2049. Sistem windows menyediakan ini pada SMB (Server Messaging Block) dan NetBIOS pada port  135-139 (NT) dan port 445 pada win2k.

3.  Deface Web Server
Kerawanan yang terdapat dalam HTTPD ataupun Web Server ada lima macam :
1. Buffer overflows,
2. Httpd,
3. Bypasses,
4. Cross scripting,
5. Web kode vulnerabilities, dan
6. URL floods.

HTTPD Buffer Overflow bisa terjadi karena attacker menambahkan error s pada port yang digunakan untuk web traffic dengan cara memasukan banyak kakter dan string untuk menemukan tempat overflow yang sesuai. Ketika tempat untuk overflow ditemukan, seorang attackerakan memasukkan string yang akan menjadi perintah yang dapat dieksekusi. Buffer-overflow dapat memberikan attacker akses ke command prompt. 

ANALISIS KEAMANAN
Analisis jaringan juga dikenal sebagai ‘protocol analysis’ merupakan seni mendengarkan (listening) dalam komunikasi data & jaringan biasanya dilakukan untuk memastikan bagaimana peralatan-peralatan berkomunikasi dan menentukan kesehatan dari jaringan tersebut.
Beberapa tugas yang dilakukan selama sesi analisis jaringan adalah sebagai berikut :
1.      Menyadap jaringanMenangkap trafik yang diinginkan
2.      Melihat trafik yang telah ditangkap
3.      Menyaring dan hanya melihat trafik yang diminati
4.      Dokumentasi temuan
Sebagai contoh, mungkin saja kita tertarik pada trafik dari dan ke sebuah server HTTP pada sebuah jaringan. Beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk menganalisa trafik dari dan ke sebuahseverHTTP pada sebuah jaringan adalah :
·         Hubungkan peralatan analisa ke interface yang terhubung ke server
·         Tangkap semua trafik dari dan ke server
·         Perhatikan trafik untuk mengenali paket yang tidak berguna
·         Saring dan hanya memperhatikan trafik broadcast dari server
·         Dokumentasi penyebab broadcast.


CARA PENANGGULANGAN
1.MemeriksaKeamananSistem
Pada jaringan besar, Administrator biasanya kesulitan untuk memeriksa sistem keamanan pada setiap komputer. Firewall yang terpasang sebelum koneksi ke Internet paling tidak dapat menghentikan aksi Hacker dari luar. Namun, ini tidak menjaga serangan dari dalam. Serangan dari pengguna lokal maupun dari sistem bisa saja mengancam. Selain itu, sistem operasi tidak mendapat Security Patch yang penting sehingga perlindungannya tidak aktual dan mudah disusupi dengan tool hacker sederhana sekalipun. Untuk dapatmengetahui integritas jaringan, Anda disarankan melakukan Security Scanning dengan program seperti Nessus atau LANGuard. Program ini akan melakukan Penetration Test, menginformasikan lubang keamanan yang ada dan menunjukkan cara mengatasinya.

2.IntelligentSwitchCegahSniffing
Risiko terbesar dalam LAN adalah Sniffing. Penyerang memungkinkan network card miliknya untuk dapat mendengar dan mencatat lalu lintas data jaringan. Informasi yang diperolehnya antara lain mengenai arsitektur jaringan, user name dan password. Serangan seperti ini mudah dilakukan jika PC saling terhubung melalui sebuah Hub. Artinya, setiap data yang mengalir dalam jaringan dapat didengar oleh semua pengguna. Sistem tidak memperhatikan apakah datanya sudah diterima atau tidak. Berbeda dengan Switch. Switch mengirimkan paket data ke alamat komputer yang dituju saja. Untuk itu, Switch akan meminta MAC Address (Media Control Access) dari setiap PC dalam jaringan. MAC Address merupakan sebuah ID dari network card yang nantinya dibandingkan dengan informasi penerima yang tersimpan dalam setiap Header paket data. Hati-hati! Switch yang murah biasanya memungkinkan ARP Storm. Penyerang akan berusaha menonaktifkan MAC Address Filtering dengan program seperti "dsniff" atau "ettrcap" sehingga memungkinkan program Sniffer tetap bekerja. Sebagai langkah pengamanan, lalu lintas data yang sensitif sebaiknyadienkripsisaja.

3.FirewalldanIDS-SystemuntukPerlindunganInternal
Saat ini, Firewall lebih terfokus untuk melindungi jaringan terhadap serangan luar. Jaringan tetap tidak aman terhadap serangan internal. Sangat berbahaya jika seorang Hacker berhasil mengakses salah satu komputer dalam jaringan dan kemudian menyusupi sistem atau seluruh jaringan. Server yang menjalankan Service untuk Internet, termasuk fungsi-fungsi penting seperti management atau accounting perusahaan, harus terlindung dari dalam dan luar. Untuk itu, gunakan internal Firewall atau Intrusion Detection System (IDS). Sistem ini akan mendeteksi adanya serangan dan kemudian memblokirnya.



Tuesday, 7 October 2014

TOPIK KHUSUS KEAMANAN JARINGAN

KONSEP DASAR KEAMANAN JARINGAN
Pengertian Keamanan jaringan komputer adalah proses untuk mencegah dan mengidentifikasi penggunaan yang tidak sah dari jaringan komputer. Langkah-langkah pencegahan membantu menghentikan pengguna yang tidak sah yang disebut “penyusup” untuk mengakses setiap bagian dari sistem jaringan komputer .
Ada dua elemen utama pembentuk keamanan jaringan :
-          Tembok pengamanan
baik secara fisik maupun maya,yang ditaruh diantara piranti dan layanan jaringan yangdigunakan dan orang-orang yang akan berbuat jahat.
-          Rencana pengamanan
yang akan diimplementasikan bersama dengan user lainnya, untuk menjaga agar sistemtidak bisa ditembus dari luar.
àkeamanan dapat diklasifikasikan menjadi empat macam:
1) Keamanan Fisik (Physical Security)
Suatu keamanan yang meliputi seluruh sistem beserta peralatan, peripheral, dan media yang digunakan
2) Keamanan Data dan Media
Pada keamanan ini penyerang akan memanfaatkan kelemahan yang ada pada software yang digunakan untuk mengolah data.
3) Keamanan Dari Pihak Luar
Memanfaatkan faktor kelemahan atau kecerobohan dari orang yang berpengaruh (memiliki hak akses) merupakan salah satu tindakan yang diambli oleh seorang hacker maupun cracker untuk dapat masuk pada sistem yang menjadi targetnya.
4) Keamanan dalam Operasi
Merupakan salah satu prosedur untuk mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan sistem keamanan pasca serangan. Dengan demikian, sistem tersebut dapat berjalan baik atau menjadi normal kembali.






DESIGN KEAMANAN JARINGAN


Beberapa Langkah dalam perancangan Sistem dengan memperhatikan aspek Keamanan Jaringan :
àMenentukan topologi jaringan yang akan digunakan.
àMenentukan kebijakan atau policy .
àMenentukan aplikasi – aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan.
àMenentukan pengguna-pengguna mana saja yang akan dikenakan oleh satu atau lebih aturan firewall.
àMenerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi firewall.
àSosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan.
MACAM-MACAM BENCANA JARINGAN
A.     MACAM – MACAM BENCANA KEAMANAN JARINGAN
Ancaman jaringan komputer dapat dilihat dari Bentuknya :
1.FISIK (PHYSICAL)
·         Pencurian perangkat keras komputer atau perangkat jaringan.
·         Kerusakan pada komputer dan perangkat komunikasi jaringan.
·         Wiretapping Man the Middle Attack Aktif / Pasif.
·         Wardriving Man the Middle Attackt Aktif / Pasif.
Ø  LOGIK (LOGICAL)
·         Kerusakan pada sistem operasi atau aplikasi.
·         Virus.
·         Sniffing.
v  Ancaman Jaringan Komputer dilihat dari Jenisnya.
A.     Probe : yang biasa disebut probing adalah usaha untuk mengakses sistem dan mendapatkan informasi tentang sistem.
B.     Scan : probing dalam jumlah bear menggunakan suatu tool.
C.     Account compromise : meliputi user compromize dan root compromize.
D.     Packet Snifer : sebuah program yang menagkap / mengcapture data dari paket yang lewat di jaringan.
E.      Hacking : tindakan memperoleh akses ke komputer atau jaringan komputer untuk mendapatkan atau mengubah informasi tanpa otorisasi yang sah.
F.      Denial of-service : serangan denial of-service mencegah pengguna yang sah dari penggunaan layanan ketika pelaku mendapatkan akses tanpa izin kemesin atau data.
G.     Malicious code (Kode Berbahaya) : program yang menyebabkan kerusakan sistem ketika dijalankan.
H.     Social Engineering : sekumpulan teknik untuk memanipulasi orang sehingga orang tersebut membocorkan informasi rahasia.
I.        Phising : tindakan pemalsuan terhadap data / identitas resmi yang dilakukan untuk hal yang berkaitan dengan pemanfaatannya.

DISASTER RECOVERY PLANNING
Sebagai administrator system tentunya sudah melakukan suatu perencanaan system backup yang repi. Salah satunya adalah server alternate yang ada di tempat terpisah dari server room utama anda dan tentunya anda juga sudah mempersiapkan diri dengan selalu mengirim data backup secara berkala ke tempat penyimpanan diluar lokasi jauh dari tempat perusahaan anda (offsite storage).
Dengan tersedianya mesin server di tempat terpisah (dari server room yang terbakar) anda bisa melakukan restorasi data ke mesin cadangan diruang ini agar memungkinkan users bisa mulai melanjutkan pekerjaannya dalam batas minimum agar bisa operasional saja. Proses inilah yang disebut bagian dari Disaster Recovery (DR).



SUMBER:

https://www.scribd.com/doc/129584452/Konsep-Dasar-Keamanan-Komputer
http://sitirida5.blogspot.com/2013/05/desain-sistem-keamanan-jaringan.html
http://www.jaringan-komputer.cv-sysneta.com/disaster-recovery-planning